Jayapura, Papua Terbit,-Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan komitmen Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyukseskan arus mudik Idulfitri 1447 H/2026 M melalui program Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI). Penegasan tersebut disampaikan saat rapat persiapan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (03/03/26).
Rapat diikuti jajaran Kemenag pusat dan daerah, termasuk Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Papua melalui Tim Urusan Agama Islam (Urais) dan Bina Syariah pada Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam yang hadir secara daring.
Menag menyampaikan bahwa masjid harus hadir sebagai ruang teduh dan ramah bagi para musafir.
"Kita siapkan masjid sebagai tempat istirahat yang layak, nyaman untuk salat, tersedia air bersih, charging station untuk telepon genggam, serta fasilitas pendukung lainnya,” tegasnya.
Menag juga mengingatkan agar masjid menyediakan ruang laktasi atau ruang khusus bagi ibu menyusui, tempat ganti bayi, serta area istirahat yang bersih dan tertata. Bahkan, menurutnya, jika memungkinkan dapat disediakan makanan ringan, air minum, hingga nasi kotak berbuka puasa bagi pemudik yang membutuhkan.
"Ini sedekah kita untuk para musafir. Pahalanya luar biasa. Kita lakukan ini lillahi ta’ala,” ujarnya.
Menag menekankan pentingnya sikap inklusif. Masjid, kata dia, tidak boleh menutup diri bagi siapa pun yang membutuhkan pertolongan dalam perjalanan. Ia juga meminta agar masjid-masjid yang berada di jalur strategis dekat pelabuhan, terminal, bandara, dan perbatasan antarprovinsi diberi penanda atau spanduk khusus agar mudah dikenali pemudik.
Hingga saat ini, Kemenag telah mendata sebanyak 6.859 masjid yang siap berpartisipasi. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengingat total masjid di Indonesia mencapai sekitar 800 ribu.
Melalui program Masjid Ramah Pemudik dan EMI, Kemenag berharap kehadiran negara semakin terasa di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penetapan awal bulan hijriah, tetapi juga dalam pelayanan kemanusiaan yang konkret.
“Ini bukan tentang institusi atau pejabatnya. Ini tentang pengabdian kita kepada Allah dan pelayanan kepada sesama,” pungkasnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa mudik bukan sekadar perpindahan fisik, tetapi perjalanan spiritual dan sosial. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pergerakan masyarakat pada musim mudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
“Ini lebih dari separuh penduduk Indonesia. Kita harus betul-betul siap memberikan layanan terbaik,” ujarnya.
Rokhmad menambahkan, kantor tetap buka pada 16–17 Maret 2026 dengan skema Work From Anywhere (WFA) guna mengurai kepadatan arus mudik. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret, sementara sidang isbat penetapan awal Syawal akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026.
Menurutnya, selama ini peran Kemenag dalam momentum Idulfitri lebih dikenal sebatas pelaksanaan sidang isbat. Tahun ini, Kemenag ingin hadir lebih nyata melalui layanan langsung kepada masyarakat.
Dirjen Bimas Islam juga memperkenalkan tema “Mudik 2026 Menyala” sebagai ciri khas Kemenag. Menyala merupakan akronim dari Menenangkan, Menyenangkan, Nyaman, Aman, dan Lancar.
“Kita ingin mudik aman, nyaman, dan lancar, dengan sentuhan khas Kementerian Agama,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Urais dan Pembinaan Syariah, Arsad Hidayat, menambahkan enam poin penguatan program, antara lain pemutakhiran data masjid, implementasi delapan fungsi layanan, koordinasi lintas kementerian/lembaga untuk layanan kesehatan, dokumentasi kegiatan, pelaporan digital jumlah pemudik, serta penyediaan sistem pencarian lokasi masjid ramah pemudik melalui tautan dan kode batang (barcode).
“Tahun lalu kita melayani lebih dari satu juta pemudik. Tahun ini harus lebih siap, lebih terukur, dan lebih optimal,” ujarnya.
Di Papua, Ketua Tim (Katim) Urais dan Bina Syariah Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Aminah, menyampaikan bahwa program ini memasuki tahun kedua pelaksanaan. Pada tahun sebelumnya, tercatat 12 masjid di wilayah Papua Raya berpartisipasi.
“Tahun ini kami berharap jumlahnya meningkat, terutama masjid di sekitar bandara dan pelabuhan. Kami akan maksimalkan koordinasi agar partisipasi lebih luas,” ujarnya.(Redaksi)

0 Komentar