Jayapura, Papua Terbit, Dalam rangka memperingati Hari Sagu Nasional yang diperingati setiap 21 Juni, Hotel Mercure Jayapura menghadirkan inovasi kuliner terbaru berbahan dasar sagu berupa sagu bakar dan pangsit sagu sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian pangan lokal Papua,Jumat(19/6/26)
General Manager Hotel Mercure Jayapura, Andreas Riyadi, mengatakan inovasi menu terbaru berbahan dasar sagu tersebut merupakan bagian dari komitmen hotel dalam mendukung produk dan kearifan lokal Papua.
Menurut Andreas, sebagai bagian dari jaringan hotel Accor, Hotel Mercure memiliki program Discover Local atau Local Pride yang mendorong setiap hotel untuk mengangkat produk khas daerah tempat hotel tersebut beroperasi.
"Karena kami berada di Jayapura, Papua, maka kami berinisiatif mengembangkan sagu menjadi berbagai sajian yang menarik, seperti sagu goreng dan pangsit sagu, sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal Papua,” katanya.
Andreas menjelaskan, menu berbahan dasar sagu juga disajikan dalam menu sarapan (breakfast) hotel bersama papeda di Little Paradise Restaurant lantai III sebagai upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Papua kepada para tamu dari berbagai daerah.
Melalui inovasi tersebut, Hotel Mercure Jayapura berharap sagu tidak hanya dikenal sebagai makanan tradisional, tetapi juga dapat menjadi produk kuliner unggulan yang mendukung ketahanan pangan dan pelestarian budaya Papua.
Executive Chef Hotel Mercure Jayapura, Muhammad Riza, mengatakan kedua menu tersebut merupakan hasil kreativitas tim kuliner hotel dalam mengolah sagu menjadi sajian modern yang dapat dinikmati berbagai kalangan.
Menurutnya, sagu goreng dibuat dengan memadukan sagu kering dan aneka bumbu, kemudian disajikan bersama saus rujak berbahan cabai, bawang putih, asam jawa, dan terasi.
Lanjutnya,pangsit sagu dibuat dari adonan berbahan dasar sagu yang dibumbui, dibungkus dengan kulit pangsit, lalu digoreng menggunakan api kecil dan disajikan dengan saus asam pedas.
"Pangsit sagu ini kami hadirkan sebagai camilan atau snack bagi tamu yang bersantai di restoran. "Kami ingin memperkenalkan bahwa sagu tidak hanya bisa diolah menjadi papeda, tetapi juga menjadi berbagai makanan kekinian,” ujar Riza.
Ia menambahkan, masih banyak olahan berbahan dasar sagu yang dapat dikembangkan, mulai dari pempek, siomai, bakwan hingga aneka kue tradisional. Menurutnya, potensi sagu sebagai bahan pangan lokal sangat besar dan perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat. ((Epen))

0 Komentar