Kolaborasi Festival Sagu HKI Sedunia Sukses di Jayapura, di Tutup Hiburan Penyanyi Ternama Lokal Papua.

 


Jayapura, Papua Terbit,- Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Provinsi Papua sukses menyelenggarakan Festival Sagu dan Lari 5K dalam rangka memperingati Hari Kekayaan Intelektual(HKI) Sedunia di Kota Jayapura. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini(24-26) di tutup dengan hiburan penampilan duet Kakanwil Kemenkum Papua Anthonius Ayorbaba dan Penyanyi lokal ternama Edgar Aronggear dan  penyanyi dari anana dok mengguncang panggung.

Kepala Kanwil Kemenkum Papua, Anthonius M. Ayorbaba menyampaikan bahwa keberhasilan festival sagu  merupakan bukti pentingnya sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah Provinsi Papua, pemerintah Kota Jayapura, sektor swasta yang mampu menghadirkan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

"Festival ini membuktikan bahwa dengan sinergitas dan kolaborasi, kita bisa menghadirkan kegiatan yang bermanfaat, meskipun di tengah keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Ayorbaba  juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, di antaranya  Bank Indonesia, Bank Papua, BNI, BSI, serta sejumlah pelaku usaha dan perhotelan di Jayapura yang turut berkontribusi melalui sponsorship dan voucher.

Ia menjelaskan Festival ini menghadirkan sebanyak 50 tenant UMKM, meningkat dari rencana awal 30 tenant. Para pelaku UMKM diberikan fasilitas booth secara gratis selama tiga hari, sehingga dapat mempromosikan produk olahan sagu dengan berbagai inovasi.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa sagu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk modern yang mampu bersaing dengan bahan pangan lain seperti beras dan tepung.

Dalam momentum tersebut, Kanwil Kemenkum Papua juga menyerahkan sebanyak 38 sertifikat kekayaan intelektual kepada pelaku usaha saat pembukaan, sertifikat diserahkan secara simbolis pada hari kedua sebanyak 16 dan  penutupan kegiatan sebanyak 8

"Ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi dan mendorong karya serta inovasi masyarakat,"katanya.

Ayorbaba berharap para pelaku UMKM, khususnya mama-mama Papua yang terlibat, dapat terus mengembangkan kreativitas dan inovasi produk agar semakin berkembang dan memiliki daya saing.

Dari sisi keamanan, pelaksanaan kegiatan berlangsung kondusif berkat dukungan aparat TNI-Polri. Meski demikian, panitia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung, terutama terkait kebiasaan membuang ludah pinang agar dilakukan pada tempat yang semestinya.

Festival ini turut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Papua, seperti Kabupaten Sorong Selatan, Merauke, Biak Numfor, Kepulauan Yapen, dan Mamberamo Raya. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa sagu menjadi simbol pemersatu masyarakat Papua di tengah dinamika pemekaran wilayah.

Ke depan, Kanwil Kemenkum Papua berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, termasuk dalam momentum Hari Sagu pada 21 Juni, dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.

Ayorbaba menambahkan pihaknya siap mendukung penyelenggaraan Hari Sagu pada 21 Juni 2026 mendatang, jika ada pihak yang menggagas acara tersebut. Selanjutnya, pihaknya pun berencana melaporkan keberhasilan festival ini kepada Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas di Jakarta.

"Kalau kita bersatu, kita bisa melakukan banyak hal untuk membangun Papua," tutupnya.(Epen Ketaren)

Posting Komentar

0 Komentar