Jayapura, Papua Terbit,-Pemerintah Provinsi Papua berharap pelaksanaan Festival Sagu yang di selenggarakan oleh kantor Wilayah Kemenkum Provinsi Papua tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang hingga menembus pasar internasional.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri melalui Asisten I Setda Provinsi Papua, Yohanes Walilo, saat memberikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua atas inisiatif penyelenggaraan Festival Sagu dalam rangka peringatan Hari Kekayaan Intelektual (HKI) Sedunia,Minggu(26/4/26)
Walilo menilai kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut berjalan aman dan sukses, sekaligus menjadi ruang strategis bagi pengembangan potensi lokal, khususnya komoditas sagu.
"Harapan kami, festival ini tidak hanya dilakukan sekali dalam setahun,tetap berlanjut kedepan,"ujarnya
Selain penyelenggara dari Kanwil Kemenkum, ia berharap kolaborasi dan sinergitas pemerintah kabupaten,kota maupun para stakeholder (pemangku kepentingan )dapat membuat event lainnya yang dapat melibatkan UMKM khususnya komoditas sagu. Yang paling utama adalah menghadirkan UMKM agar mereka dapat mengembangkan usahanya,” tuturnya
Menurutnya, pengembangan sagu memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Bahkan, jika dikelola dengan baik, produk berbasis sagu dapat bersaing hingga ke pasar internasional.
"Lewat sagu ini kita bisa memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakat. Kalau usahanya bagus, bukan tidak mungkin bisa menembus pasar internasional," tambahnya.
Lebih lanjut, Yohanes menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan lahan sagu sebagai aset penting daerah. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penebangan sembarangan atau mengalihfungsikan lahan sagu menjadi peruntukan lain.
"Kita harus jaga dan lestarikan lahan sagu, jangan sampai hanya tinggal cerita. Perlu edukasi kepada semua pihak agar tidak ada penebangan sembarangan atau penjualan lahan untuk kepentingan lain," tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa sagu memiliki nilai strategis sebagai alternatif pangan selain beras. Dengan luas wilayah Papua yang besar, sagu dinilai mampu menjadi komoditas unggulan daerah.
"Sagu ini bisa menjadi pengganti beras. Dari daun sampai akar memiliki manfaat bagi kebutuhan manusia. Ini yang harus terus dikembangkan,” pungkasnya(Epen Ketaren)



0 Komentar