Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Papua 2026–2031 Resmi Dibuka, Dorong Penguatan Zakat Produktif

 


Jayapura, Papua Terbit,- Seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua periode 2026–2031 resmi dibuka di Aula Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua, pada Senin (27/04/26). Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Sekretaris Daerah (Asisten I Setda Papua) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Papua, Yohanes Walilo, yang mewakili Gubernur Papua.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, hadir bersama unsur panitia seleksi (Pansel), perwakilan Direktorat Pemberdayaan Zakat Wakaf Kemenag RI, Nur Pratomo Eko Baskoro, serta para peserta seleksi.

Dalam sambutannya, Asisten I Setda Provinsi Papua Yohanes Walilo menegaskan bahwa proses seleksi ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan langkah strategis dalam menentukan arah pengelolaan zakat di Papua ke depan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan pimpinan BAZNAS yang kredibel, berdaya, dan mampu menghadirkan program-program produktif yang berdampak nyata bagi masyarakat.

"BAZNAS Papua ke depan harus menjadi lembaga yang profesional, transparan, dan akuntabel, serta mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Walilo juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap program prioritas, seperti Kampung Zakat dan pemberdayaan ekonomi umat, sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro (Kabiro) Pemerintahan, Otonomi Khusus (Otsus), dan Kesra Setda Provinsi Papua, Herman Ick, dalam laporannya mewakili Ketua Pansel menyampaikan bahwa seleksi ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, serta Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang tata cara seleksi calon pimpinan BAZNAS.

Kabiro menjelaskan, proses seleksi bertujuan menjamin transparansi dan akuntabilitas, serta menjaring 10 calon terbaik untuk diusulkan lebih lanjut.

"Jumlah peserta yang lolos seleksi administrasi sebanyak 17 orang, seluruhnya laki-laki, dengan latar belakang pendidikan mulai dari Strata 1 (S1) hingga Strata 3 (S3), serta berasal dari unsur ulama, tenaga profesional, dan tokoh masyarakat Islam," jelasnya.

Adapun tahapan seleksi meliputi pendaftaran, seleksi administrasi, tes kompetensi, wawancara, hingga penetapan akhir yang dijadwalkan berlangsung hingga awal Mei 2026.

Kabiro menambahkan, zakat memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan Papua, yakni Papua Cerdas, Papua Sejahtera, dan Papua Harmoni. Menurutnya, zakat tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan penguatan solidaritas sosial.

"Penguatan zakat produktif dan sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan kemiskinan dan kesenjangan di Papua,"katanya.

Di sisi lain, Kakanwil Klemens Taran, dalam sesi wawancara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya proses seleksi yang berjalan sesuai jadwal nasional. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran pembinaan dan dukungan teknis dalam pengelolaan zakat.

"Kami berharap proses seleksi ini dapat menghasilkan pimpinan BAZNAS yang kredibel, akuntabel, dan mampu menjalankan tugas secara profesional, sehingga pengelolaan zakat benar-benar memberi dampak bagi masyarakat," ujarnya.(Redaksi)


Posting Komentar

0 Komentar