Jayapura, Papua Terbit, -Kantor Imigrasi Kelas I Jayapura terus menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai inovasi. Pada periode Januari hingga Mei 2026, berbagai program unggulan berhasil dilaksanakan, termasuk Easy Paspor dengan 88 pemohon, layanan jemput bola untuk paspor bagi yang sakit, serta pelayanan pas lintas batas di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini dengan 154 pemohon. Selain itu, aparat berhasil mengamankan 15 Warga Negara Asing (WNA) pelanggar imigrasi.
Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Ferri Manuntun, S.S. menyampaikan laporan capaian ini pada konferensi pers virtual Jumat (8/5/2026). "Pendekatan pelayanan kami berfokus pada kemudahan akses, terutama bagi masyarakat Papua yang berada di daerah terpencil atau berkebutuhan khusus," ujarnya. Capaian ini mencerminkan strategi "Imigrasi Modern Berwawasan Papua" yang humanis dan Pro-rakyat.
Salah satu program unggulan adalah Easy Paspor, yang dilaksanakan Seksi Lalu Lintas Keimigrasi sepanjang Januari-Mei 2026. Sebanyak 88 pemohon dari berbagai kalangan berhasil mengurus paspor tanpa harus datang langsung ke kantor Imigrasi Jayapura. Kegiatan ini dilakukan di lokasi-lokasi strategis seperti pusat kegiatan masyarakat, kampus, dan acara keagamaan.
Program ini tidak hanya mempercepat proses—rata-rata selesai dalam 3-5 hari—tetapi juga mengurangi biaya transportasi bagi masyarakat pedalaman.
Pelayanan Pas Lintas Batas di Perbatasan RI-PNG Di wilayah perbatasan yang sensitif, Imigrasi Jayapura memberikan pelayanan pas lintas batas kepada masyarakat yang tinggal di sekitar perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Selama periode yang sama, 154 pemohon dari Kampung Skouw dan sekitarnya menerima fasilitasi dokumen perjalanan lintas batas. Layanan ini mencakup penerbitan Surat Keterangan Perlintasan Batas Negara (SKPBN) dan konsultasi visa sementara
"Di perbatasan, mobilitas harian sudah seperti bernapas. Layanan ini sangat membantu petani dan pedagang kami, Antonius Way. Koordinasi dengan otoritas PNG juga ditingkatkan untuk mencegah penyalahgunaan, sekaligus memperkuat hubungan bilateral,"pungkas nya.(Alex)

0 Komentar