Jayapura, Papua Terbit,- jajaran Pemasyarakatan di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Papua sukses menorehkan tinta emas di kancah regional. Sebanyak enam orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berhasil menggaet gelar prestasi terbaik dalam Pelatihan Dasar (Latsar) Gelombang VIII dan IX yang diselenggarakan oleh Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar.
Keterbatasan geografis terbukti bukan halangan untuk melahirkan inovasi yang berdampak nasional. Enam tunas muda pemasyarakatan ini berhasil menduduki peringkat teratas dan membawa pulang penghargaan prestisius berkat berbagai terobosan inovatif yang diusung.
Prestasi gemilang ini lahir dari pemikiran kritis mereka yang tersebar di berbagai satuan kerja. Dua inovator datang dari Kantor Wilayah, sementara empat lainnya tersebar di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Di tingkat Kantor Wilayah, Grace Ogestin Pasaribu sukses mengamankan Peringkat 2 Terbaik Angkatan XLII lewat gagasan "MONIKA Nokenpas". Inovasi ini berfokus pada pengembangan fitur monitoring kenaikan pangkat berbasis periode dalam Sistem Informasi Kepegawaian NOKENPAS melalui digitalisasi dan integrasi data kepegawaian.
Langkah cerdas ini disusul oleh Muchtadho Dhila Arafat (Angkatan XL) yang berhasil memborong dua penghargaan sekaligus, yakni The Best Report Design dan The Best Content Creator. Prestasi ganda ini diraih melalui proyek "PACE PAMINTEL", sebuah portal administrasi cepat dan efisien khusus untuk bidang pengamanan dan intelijen.
Tidak kalah bersinar, tunas pemasyarakatan di daerah juga unjuk gigi lewat optimalisasi pelayanan publik yang humanis. Radhiya Aldha Maghfira dari Lapas Kelas IIA Abepura berhasil menorehkan prestasi puncak sebagai Peringkat 1 Terbaik Angkatan XXXVII melalui sistem "SI-LANKA DIGITAL". Gagasan ini bertujuan mengoptimalkan pendataan layanan konsultasi Warga Binaan berbasis digital di instansinya.
Sementara itu, Roihan Dian Prayoga dari Lapas Kelas IIB Biak meraih Peringkat 3 Terbaik Angkatan XXXVI lewat program humanis bertajuk "BERKAH". Program ini berfokus pada bimbingan edukasi rutin keaksaraan Al-Qur'an bagi para warga binaan.
Semangat keterbukaan informasi turut digaungkan oleh Alfian Hari Akbar dari Lapas Kelas IIB Wamena yang menyabet Peringkat 3 Terbaik Angkatan XXXVII. Ia menghadirkan gagasan kreatif lewat penyediaan media informasi edukatif berbasis pojok informasi dan kotak saran di area besukan untuk membuka informasi dan menampung aspirasi publik.
Harmoni prestasi ini kemudian disempurnakan oleh Anggita Cornelya Masduki dari LPKA Kelas II Jayapura (Angkatan XXXVIII) yang meraih penghargaan The Best Report Design. Ia sukses mengimplementasikan gagasan "SAHABAT LPKA" untuk mendukung keamanan pada layanan kunjungan anak binaan di instansinya.
Merespons rentetan pencapaian tersebut, Kepala Kanwil Ditjenpas Papua, Herman Mulawarman, memberikan apresiasi tinggi dan memandangnya sebagai langkah konkret reformasi birokrasi instansi.
Ia menegaskan bahwa pencapaian ini salah satunya menjawab Moto 'Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat', yang dicanangkan oleh Dirjen Pemasyarakatan. Menurutnya, gebrakan dari para CPNS ini menjadi bukti bahwa komitmen pelayanan publik di Papua berjalan nyata.
"Ini bukan sekadar slogan, tetapi sebuah komitmen dan arah kebijakan dalam mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang lebih inklusif, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat," tegas Herman Mulawarman.
Keberhasilan kolektif ini mengukuhkan komitmen Papua dalam mencetak kader birokrasi yang adaptif dan kompeten. Melalui aksi perubahan yang aplikatif, keenam CPNS tersebut telah membuktikan bahwa tunas muda dari Papua siap berdiri di garda terdepan untuk membawa instansi menuju era baru yang lebih transparan dan akuntabel.(Redaksi)

0 Komentar