Sarmi, Papua Terbit,- Kabupaten Sarmi memiliki kekayaan alam bahari yang luar biasa, terutama gugusan pulau-pulau kecil yang kerap dikunjungi kawanan lumba-lumba. Keindahan ini menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata kelas dunia yang perlu dikembangkan melalui promosi internasional dan peningkatan kapasitas masyarakat setempat.
Hal tersebut di ungkap Staf Tinker Hukum Setditjen Keslan, Kementerian Kesehatan Abdulrahman kotala, S,..H,.. Saat mengunjungi Pulau Liki dan Armo, mengatakan bahwa keberadaan lumba-lumba di perairan Sarmi bukan hanya menarik bagi pengamat satwa laut, tetapi juga menjadi daya tarik bagi kapal pesiar dan wisatawan Mancanegara.
"Keunikan alam dan keanekaragaman hayati laut Sarmi memberi peluang besar bagi pengembangan wisata bahari Berkelanjutan,"kata Abdulrahman.
Promosi ke pasar Eropa dianggap strategis karena rute kapal pesiar dan minat wisatawan Eropa terhadap wisata alam dan ekowisata. Pemerintah daerah berencana menjalin kerja sama dengan pelaku tur, agen perjalanan internasional, serta platform promosi pariwisata untuk memperkenalkan paket wisata air, pengamatan lumba-lumba, dan budaya lokal Sarmi.
Salah satu tantangan yang diidentifikasi adalah keterbatasan kemampuan bahasa Inggris di kalangan masyarakat pulau, padahal banyak kapal pesiar yang singgah dan wisatawan asing yang berinteraksi langsung dengan penduduk. Untuk itu, pemerintah daerah bersama lembaga pendidikan dan LSM berencana menyelenggarakan program pelatihan bahasa Inggris fungsional bagi warga Pulau.
"Program ini menekankan keterampilan dasar komunikasi, kosakata pariwisata, serta etika layanan wisata. Selain itu, pelatihan akan memasukkan materi pengelolaan homestay, pemanduan wisata, dan keselamatan laut sehingga masyarakat dapat menyediakan layanan yang aman dan ramah bagi pengunjung mancanegara,"ungkap nya.
Abdulrahman mengatakan, pengembangan pariwisata Sarmi tidak lepas dari peran aktif masyarakat pulau. Kreativitas lokal di bidang kerajinan tangan, kuliner, seni tradisional, dan paket pengalaman budaya dipandang sebagai nilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan. Inisiatif usaha mikro, seperti pembuatan cenderamata berbahan lokal serta wisata kuliner khas, diharapkan terserap dalam rantai nilai Pariwisata.
"Pemerintah mendorong pembentukan kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pelatihan kewirausahaan untuk memastikan manfaat ekonomi langsung dirasakan masyarakat. “Pariwisata harus memberi dampak ekonomi nyata: lapangan kerja, pemasukan tambahan, dan pelestarian budaya serta lingkungan,”tegas nya.(Alex(

0 Komentar