Tim Survei Gabungan Kumpulkan Data Lapangan di Lokasi Pembangunan Ruma.Sakit Sarmi

 

Jayapura, Papua Terbit,- Tim survei gabungan memantau lokasi-lokasi potensial untuk pembangunan rumah sakit di Kabupaten Sarmi sebagai bagian dari program PHTC Batch Rumah Sakit. Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan data situasi nyata di lapangan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan di tingkat pusat bersama pemerintah Daerah.

Staf Tinker Hukum Setditjen Keslan, Kementerian Kesehatan  Abdulrahman kotala, SH menjelaskan bahwa tugas utama tim adalah melakukan pemetaan dan verifikasi kondisi riil di lokasi—mulai dari kondisi sosial, psikologi masyarakat, hingga aspek teknis lahan. “Kami datang untuk melihat data-data di lapangan. Meski keputusan akhir akan dibahas di Jakarta, masukan lokal sangat penting agar kebijakan yang diambil relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat,”katanya.

Program pembangunan fasilitas Peningkatan dari tipe D ke tipe C  di  kabupaten di Indonesia tersebut telah berlangsung bertahap. Kabupaten Sarmi masuk dalam daftar daerah yang dievaluasi pada tahap ini. Data hasil survei nantinya akan dibawa ke Jakarta untuk dibahas lebih lanjut bersama pemerintah pusat dan pemda setempat. Dalam pembahasan tersebut akan disesuaikan sejumlah aspek teknis seperti ukuran lahan, tata serah aset, serta penilaian teknis tanah oleh tim Ahli.

Abdulrahman menekankan bahwa setiap daerah memiliki karakter dan permasalahan berbeda, sehingga model pembangunan tidak bisa diseragamkan sepenuhnya. Pertimbangan sosial, budaya, dan pola rujukan kesehatan masyarakat menjadi poin penting dalam perencanaan. “Pembangunan fasilitas kesehatan harus melihat apa yang menjadi kebutuhan utama masyarakat setempat. Tidak bisa dipaksakan satu pola yang sama untuk semua daerah,”tambah Abdulrahman. 

Salah satu alasan kuat dukungan terhadap pembangunan rumah sakit di Sarmi adalah terdapat contoh kasus di mana warga yang mengalami kondisi darurat kesulitan mendapat perawatan cepat karena jarak dan fasilitas yang belum memadai. Hal ini menjadi indikator kuat perlunya peningkatan kapasitas layanan kesehatan di kabupaten tersebut.

Abdulrahman menuturkan bahwa tujuan program nasional ini adalah menguatkan pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten sehingga fasilitas rujukan bisa diminimalkan. Dengan tersedianya layanan yang lebih lengkap di tingkat kabupaten, diharapkan kebutuhan rujukan ke rumah sakit di luar daerah dapat berkurang, dan pelayanan kesehatan masyarakat menjadi lebih cepat dan merata.

"Saya menegaskan agar pemberitaan kabupaten sarmi tentang kegiatan ini tidak disalahartikan, jangan sampai disampaikan bahwa program ini akan mengurangi layanan saat ini. Justru ini bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat layanan di kabupaten sehingga tidak ada lagi kebutuhan rujukan yang berlebihan,”jelasnya.

Selain tim pusat, pihak pemerintah daerah dan tokoh lokal turut dilibatkan dalam proses pengumpulan Data.

Sementara itu salah satu Tokoh Adat setempat, yang juga aktif memberi masukan, dan menyambut baik rencana peningkatan fasilitas Kesehatan di Kabupaten Sarmi.

Ia menilai pembangunan rumah sakit akan memberi manfaat besar bagi warga, terutama untuk akses layanan yang selama ini terbatas di beberapa wilayah Terpencil.

“Kami menyambut baik, karena selain meningkatkan akses pelayanan, ini juga menjadi buah kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Kita ingin pembangunan ini benar-benar menjawab kebutuhan lokal, bukan semata keputusan dari Jakarta,” kata tokoh Adat tersebut.(Alex)

Posting Komentar

0 Komentar