![]() |
Foto bersama Ketua PAPEDA, Ema Kristiana yang akrab disapa Mema, dengan IPPN Bersama Perempuan Adat Port Numbay dalam kegiatan Pekan Menyusui Dunia 2026 di di Skouw, Jumat (21/8/2026).
Jayapura, Papua Terbit,- Sebanyak 75 perempuan adat Port Numbay mengikuti kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang menyusui yang digelar PAPEDA (Papua Peduli ASI) bersama IPPN (Ikatan Perempuan Papua Nusantara) di Skouw, Jumat (21/8/2026).
Peserta berasal dari Kampung Skouw Yambe, Skouw Mabo, dan Skouw Sae. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan perempuan adat dari Kampung Tobati dan Kayu Batu. Sejumlah mama hadir bersama bayi mereka, sehingga kegiatan berlangsung hangat dan dekat dengan pengalaman nyata para ibu dalam menjalani proses menyusui.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Pekan Menyusui Dunia 2026, sekaligus menjadi ruang bagi para mama dan keluarga untuk berbagi pengalaman serta memperoleh informasi mengenai pentingnya menyusui dan dukungan yang dibutuhkan selama masa menyusui.
Ketua PAPEDA, Ema Kristiana yang akrab disapa Mema, mengatakan bahwa proses menyusui tidak harus dijalani seorang diri. Menurutnya, ketika menghadapi kendala, seorang mama perlu mengetahui ke mana harus mencari informasi dan bantuan.
“Kami ingin mama tahu bahwa ketika ada kendala dalam menyusui, mama tidak harus mencari jawaban sendiri atau merasa gagal. Ada tempat untuk bertanya dan ada orang yang bisa membantu. Karena itu, penting bagi mama dan keluarga mengenal konselor menyusui dan tahu kapan harus mencari bantuan,” ujar Mema.
PAPEDA Hadir Melengkapi Dukungan bagi Mama
Mema menjelaskan, PAPEDA hadir sebagai bagian dari lingkungan pendukung bagi mama dan keluarga, bukan untuk menggantikan peran tenaga kesehatan, pemerintah maupun keluarga.
“PAPEDA hadir bukan untuk menggantikan peran tenaga kesehatan, pemerintah maupun keluarga. Kami ingin melengkapi dan memperkuat dukungan yang sudah ada. Kami ingin menjadi bagian dari lingkungan yang membuat mama merasa didukung, didengarkan dan tidak berjalan sendiri,” katanya.
Selain membahas menyusui, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi mengenai dukungan keluarga, pemenuhan gizi, pemanfaatan pangan lokal bergizi serta pencegahan stunting sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan.
Perempuan Adat Port Numbay Bersama untuk Masa Depan Anak Papua
Kolaborasi PAPEDA dan IPPN dilakukan karena kedua komunitas melihat pentingnya peran perempuan serta jejaring masyarakat dalam mendekatkan informasi dan dukungan kepada keluarga.
Ketua IPPN, Emma Hamadi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap PAPEDA dapat terus memperluas jangkauan edukasi kepada perempuan adat di Jayapura dan Papua.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan PAPEDA hari ini. Harapan kami, PAPEDA bisa terus menjangkau lebih banyak perempuan adat di Jayapura dan Papua. Dengan semakin banyak mama dan ibu muda yang mendapatkan informasi serta dukungan tentang menyusui, kita berharap mereka dapat memberikan awal kehidupan yang baik bagi anak-anaknya,” ujar Emma.
“Kita ingin anak-anak Papua tumbuh sehat, cerdas dan menjadi generasi emas bagi Tanah Papua,” lanjutnya.
Bagi PAPEDA, kegiatan di Skouw bukan sekadar berbicara tentang ASI. Ada harapan yang lebih besar, yakni memastikan anak-anak Papua mendapatkan awal kehidupan yang sehat, pemenuhan gizi yang baik serta dukungan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Anak Papua hari ini adalah generasi yang akan membangun Papua di masa depan. Karena itu, memberikan awal kehidupan yang sehat, mencegah stunting, memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung tumbuh kembang anak bukan hanya tanggung jawab seorang mama. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Mema.
“Kita ingin anak-anak Papua tumbuh sehat, berkembang optimal dan memiliki kesempatan untuk mencapai potensi terbaiknya,” sambungnya.
PAPEDA dan IPPN berharap kegiatan tersebut menjadi langkah kecil untuk memperkuat dukungan bagi mama menyusui sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bersama masyarakat, komunitas, tenaga kesehatan dan berbagai pihak lainnya.
Sebab, masa depan Papua dimulai dari anak-anak Papua hari ini. (Redaksi)


0 Komentar