Anggota MRP PBD, Yustince Yekwam Serap Aspirasi Masyarakat Tentang Otsus di Distrik Yembun, Kabupaten Tambrauw

 


Tambrauw, Papua Terbit,- Anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRP PBD), Yustince Linda Yekwam melaksanakan kegiatan Penyaluran Aspirasi Masyarakat Adat, Umat Beragama, Kaum Perempuan dan Masyarakat Pada Umumnya tentang Perencanaan, Penganggaran dan Penggunaan Dana Otonomi Khusus Papua di Kampung Sawinggarai, Distrik Yembun, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, Rabu 26 Agustus 2026.

Kegiatan penyaluran aspirasi ini menghadirkan Kepala Distrik Yembun, Kepala Puskesmas Yembun, Kepala Sekolah, baik SMA, SMP, SD, dan Paud serta para kepala kampung yang ada di wilayah Distrik Yembun. Kegiatan ini juga menghadirkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda serta perwakilan masyarakat pada umumnya yang ada di Distrik Yembun.


Yustince  menyebutkan dalam penyaluran aspirasi bidang pendidikan, terdapat, sejumlah masalah yang disampaikan, sebagai rekomendasi seperti:

Pihak sekolah membutuhkan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan makan dan minum siswa dalam pola asrama di SMK enegeri 1 Yembun.

Lanjutnya, kebutuhan fasilitas, seperti tempat tidur maupun fasilitas serupa dalam asrama SMK Negeri 1 Yembun.

"Status guru honor diharapkan agar segera diangkat menjadi guru kontrak daerah, PNS atau PPP,"ujarnya

Kemudian, program afirmasi diharapkan kedepannya untuk lebih memprioritaskan anak-anak dengan kebutuhan ekonomi tidak mampu.

"Program Revitalisasi Gedung Sekolah masih sangat dibutuhkan terutama pembuatan sumur dan penampungan air bersih dan juga lingkungan sekolah sering mengalami banjir oleh karena itu pihak sekolah membutuhkan perbaikan guna menimbun area-area rawan banjir di lingkungan sekolah,"jelasnya

Selain itu, kebutuhan untuk pengadaan pakaian sekolah masih belum cukup serta pajak yang seharusnya dikenakan kepada dinas/instansi yang berkaitan melainkan pajak dikenakan kepada pihak Sekolah karena dinas/instansi jarang melakukan pembayaran terhadap pajak pakaian sekolah tersebut.

"Pihak sekolah membutuhkan sarana mediasi dengan pihak aparat keamanan karena berdampak pada keberlangsungan proses belajar mengajar di lingkungan sekolah menjadi tidak kondusif (sekolah sering diliburkan),"ujarnya lagi.

Masih terdapat beberapa ruang kelas pada gedung sekolah yang sudah tidak dapat digunakan seperti kelas c,penerangan/ listrik di lingkungan sekolah belum ada,belum ada air bersih di lingkungan sekolah, sampai saat ini  belum ada penyaluran Dana OTSUS kepada pihak sekolah SD Inpres 28 Metnayam, sehingga pihak sekolah berharap untuk pihak-pihak yang berwewenang dapat memperhatikan,jata beras guru masih menjadi keluhan sehingga diusulkan untuk disalurkan dalam bentuk dana ataupun dikembalikan ke KESRA,masih banyak tenaga pendidik asli Tambrauw yang selama bertahun-tahun belum diangkat menjadi pegawai,mohon untuk memperhatiakan bangunan-bangunan sekolah YPK yang ada di pelosok-pelosok daerah kabupaten Tambrauw.

Selain itu, di bidang kesehatan, ditemukan beberapa masalah yang direkomendasikan dalam penyaluran aspirasi, seperti:

Pembangunan puskesmas pembantu (Pustu) di Kampung Salem dan Sumbekas., penambahan tenaga kesehatan di pukesmas,peningkatan status puskesmas menjadi rawat inap, status pegawai puskesmas yang masih belum tetap (PTT) dan tenaga sukarela agar dapat diperhatikan untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk Dana Otsus, pihak puskesmas alurnya melalui Dinas Kesehetan yang artinya tidak ada kontak langsung dengan anggaran terkait sehingga kebutuhan puskesmas dipenuhi hanya ketika ada permintaan. 

Sementara itu, untuk bidang infrastruktur ada sejumlah masalah yang direkomendasikan, yakni:

Akses jalan dari kampung Metnayam ke Salem dan kampung Sumbekas yang selama ini sudah rusak kurang lebih 11 tahun,beasiswa bagi mahasiswa S1 dan S2 di Papua maupun diluar Papua, penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kedepannya kuota bagi putra putri daerah asli Tambrauw diperbesar,listrik dan Air,gaji Kader diharapkan dibayarkan dari Dana OTSUS terlepas dari Dana Kampung.dana Otsus harus di salurkan sampai kepada masyarkat di kampungnya masing-masing.pembangunan satu unit kantor kampung, penataan ruang kampung,pembangunan satu unit rumah posyandu.pengadaan lampu-lampu jalan di kampung 20 unit,pemekaran kampung-kampung pengusulan.bantuan sembako untuk ibu-ibu papua khusunya kami ibu-ibu kampung Metbesa  di Distrik Yembun, bangunan sekolah Paud.

Tak hanya itu, di bidang pertanian ada sejumlah masalah yang direkomendasikan, yaitu:

Meminta agar pertanian Yembun bisa aktif di tahun depan, adanya peluasan lahan tani/penambahan.pemerintah dapat segera memberikan sertifikat lahan, penambahan alat traktor.

Menanggapi sejumlah masalah yang direkomendasikan dalam penyaluran aspirasi ini, Anggota MRP PBD Yustince Linda Yekwam mengatakan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh bapak/ibu ini akan ditindaklanjuti secara kelembagaan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw.

“Sejumlah masalah yang disampaikan oleh bapak/ibu dalam bentuk rekomendasi ini akan kami tindaklanjuti sesuai dengan tupoksi dari MRP PBD kepada pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten, sehingga ada perhatian yang serius terkait dengan penggunaan dana Otsus yang bisa berdampak langsung bagi kebutuhan masyarakat, terutam orang asli Papua,” ujarnya. (Redaksi)

Posting Komentar

0 Komentar