Dispar Kota Jayapura Bahas Pengembangan Destinasi Wisata Jangka Panjang

 


Jayapura, Papua Terbit,-Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas pariwisata kota Jayapura menggelar seminar akhir penyusunan laporan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) yang di buka oleh Asisten III Setda Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari,berlangsung di salah satu hotel Jayapura,Jumat (4/9/2026).

Dalam sambutan Walikota Jayapura yang dibacakan oleh Ni Nyoman Sri Antari menyampaikan Seminar penyusunan RIPPDA bukan sekadar kegiatan rutin untuk menyelesaikan dokumen perencanaan Rippda, melainkan sebuah forum strategis yang sangat tepat untuk memastikan arah pembangunan pariwisata Kota Jayapura. Pembangunan ini harus memiliki visi yang jelas, terukur, berkelanjutan, merata bagi warga, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dikatakan, terdapat Enam agenda penting yang perlu menjadi perhatian utama dalam pembangunan pariwisata Kota Jayapura yakni;

Penguatan destinasi dan daya tarik wisata unggulan,Peningkatan konektivitas dan aksesibilitas, termasuk keterhubungan antar destinasi serta integrasi dengan pusat transportasi dan kawasan strategis,Pengembangan Kota Jayapura sebagai pintu masuk( gateway) dan transit hubungan pariwisata Tanah Papua,

Pengembangan pariwisata perbatasan melalui kawasan PLBN Skouw, Penguatan pariwisata berbasis masyarakat dan budaya lokal, dengan tetap menghormati hak, nilai, dan kearifan masyarakat adat,Penguatan tata kelola pariwisata, yang mencakup promosi, pemasaran digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, investasi, tata kelola data pariwisata, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi.Sebagai tambahan, jaminan sektor kesehatan juga sangat krusial.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J.Nahumury, mengatakan dokumen tersebut diharapkan mampu menentukan arah, visi, misi dan strategi pembangunan pariwisata hingga 15 tahun ke depan.

"Dengan dokumen ini bisa menentukan arah pembangunan pariwisata jangka panjang. Kami juga berharap ada visi, misi, arah strategi bagaimana membangun pariwisata di Kota Jayapura,” kata Richard.

Menurut Richard, RIPPDA juga diharapkan menjadi landasan dalam penyusunan program di setiap organisasi perangkat daerah (OPD), berdasarkan hasil kajian dan penelitian yang dilakukan tim penyusun.

Dokumen tersebut juga diarahkan untuk menyinkronkan pembangunan pariwisata dengan dokumen perencanaan pembangunan lainnya, termasuk RPJPD, RPJMN dan RKPD Kota Jayapura.

"Kami berharap dengan adanya RIPPDA ini kita bisa mengintegrasikan program-program dengan OPD yang lain, BUMN, BUMD dan semua sektor yang terkait dengan pengembangan pariwisata Kota Jayapura,” ujarnya.

Selain itu, Richard menegaskan pembangunan pariwisata tidak boleh mengabaikan masyarakat lokal. Salah satu fokus dalam RIPPDA adalah mendorong pengembangan kampung wisata sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain aspek ekonomi, pelestarian budaya dan seni juga menjadi bagian dari arah pembangunan kepariwisataan.

“Masyarakat lokal menjadi subjek pembangunan, tidak hanya menjadi objek. Mereka ikut terlibat mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan pembangunan pariwisata,” katanya.

Dalam proses penyusunan RIPPDA, Dinas Pariwisata telah melaksanakan dua kali forum group discussion (FGD). Tim melakukan inventarisasi potensi, persoalan serta destinasi wisata yang selama ini belum banyak diketahui.

Hasil identifikasi menemukan sejumlah potensi baru, termasuk pemandian air panas dan peninggalan sejarah.

Richard mengatakan hasil inventarisasi tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan destinasi mana yang akan diprioritaskan untuk dikembangkan serta potensi destinasi baru.

“Menjadi acuan kita untuk jangka panjang, tahapan-tahapan mana lima tahun, 10 tahun, bahkan 15 tahun apa yang mau kita buat,” katanya.

Pengembangan pariwisata dalam RIPPDA diarahkan pada empat aspek utama, yakni destinasi wisata, pemasaran, kelembagaan dan industri pariwisata.(Epen)


Posting Komentar

0 Komentar