Jayapura, Papua Terbit, - Lokasi pemakaman umum di TPU Buper Jayapura seharusnya sebagai tempat peristirahatan terakhir itu,ternyata masih di penuhi sampah botol plastik.
Ini tak lepas dari kontribusi para pengunjung atau peziarah yang datang dan pulang dengan meninggalkan botol airnya begitu saja. Melihat ini Komunitas Rumah Bakau Jayapura merangkul mahasiswa dan pemuda peduli lainnya melakukan grebek sampah.
"Beberapa kali kami kembali kesini ternyata sampah botol plastik ini banyak sekali. Ini kali ketiga kami melakukan grebek sampah di TPU Buper dan sampahnya tetap banyak," kata Ketua Rumah Bakau Jayapura, Rahmatullah usai kegiatan pekan kemarin.
Pembersihan dalam waktu 2 jam terkumpul 15 kantong plastik besar yang berisi sampah plastik. Menurut Rahmat ketika berziarah tentu niatnya baik dan suci namun sebisa mungkin niat tersebut jangan dicederai dengan tindakan mengotori. "Ya lokasi makam inikan tempat peristirahatan terakhir, masak orang istirahat tapi banyak sampah. Seharusnya botol-botol bisa dibawa pulang sekalian. Jangan dibuang di lokasi pemakaman," bebernya.
Pihaknya juga melakukan aksi penyadartahuan dengan menuliskan beberapa kalimat di kertas seperti, "Doakan Kebaikan. Sampah itu Jangan Ditinggalkan Tuhan Gak Suka". Ada juga yang menulis, "Kuburan Bukan Drive-thru Sampah. Buang Ditempatnya". Tulisan lain yakni "Kalau Masih Buang Sampah Disini Malu Sama yang Sudah Tiada" dan "Jangan Tinggalkan Sesuatu Selain Doa".
"15 kantong sampah itu bukan jumlah yang sedikit, artinya perilaku para peziarah ini juga perlu dikoreksi. Kasihan tempat yang harus dihormati justru menjadi kotor begini," tandasnya.
Menariknya, kegiatan ini diakhiri dengan berbuka puasa bersama di lokasi pemakaman. "Banyak yang memiliki cafe atau restoran atau mal, kami apa yang ada saja. Sesekali berbuka puasa di lokasi pemakaman. Ikut mendoakan mereka yang sudah pergi mendahului dan ikut menjaga kawasan makam tetap bersih," tutup Rahmatullah.
Kegiatan ini selain diikuti mahasiswa dan kelompok pemuda peduli, ada juga dua perwira polisi yang salah satunya adalah mantan Kasat Lantas Polresta atau Mantan Wakapolres Merauke, Kompol Dian Novita Pietersz. "Saya senang bisa bergabung dalam kegiatan bersih-bersih. Ini keren sekali dan sangat positif, cuma saya pikir untuk pengunjung perlu memperhatikan lagi sampah-sampahnya," singkat Dian. (*)



0 Komentar