Wamena, Papua Terbit,- Anggota DPD RI sekaligus anggota MPR RI, Arianto Kogoya, melakukan kunjungan kerja ke SMK Ninabua Wamena guna memberikan motivasi sekaligus mensosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada ratusan siswa, pada Rabu (4/3/2026).
Dalam kunjungannya, Senator Arianto menekankan pentingnya pendidikan vokasi sebagai kunci masa depan pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan.
Di hadapan Kepala Sekolah dan dewan guru, Arianto mengungkapkan bahwa dirinya tengah memperjuangkan penambahan jurusan SMK di wilayah Wamena kepada Menteri Pendidikan Tinggi.
Menurutnya, dominasi SMA di delapan kabupaten di Papua Pegunungan perlu diseimbangkan dengan kehadiran SMK yang lebih beragam.
"Kami di Provinsi Papua ini kebanyakan SMA, sekolah umum semua. Padahal, anak-anak Papua Pegunungan sangat membutuhkan SMK agar memiliki keahlian khusus. Saya sudah sampaikan aspirasi ini ke pusat agar SMK di Wamena, termasuk SMK Ninabua, mendapat perhatian lebih," ujar Arianto.
Ia juga mengenang masa lalu SMK Ninabua yang telah melahirkan banyak tenaga ahli, seperti arsitek dan tukang bangunan profesional yang kini bekerja di berbagai daerah, termasuk di Tolikara.
Keunggulan Lulusan SMK di Dunia Industri kepada para siswa, Arianto berpesan agar mereka bangga menempuh pendidikan di SMK. Ia menyoroti pergeseran tren industri global yang kini lebih mengutamakan keterampilan teknis (skill) daripada gelar akademik semata.
"Dunia saat ini butuh keahlian dan keterampilan. Adik-adik di SMK ini adalah orang-orang yang dipersiapkan untuk langsung masuk ke dunia kerja. Selesai sekolah di sini, tanpa kuliah pun kalian sudah bisa mandiri dan bekerja. Itu luar biasa," tegasnya.
Ia juga menceritakan perjuangan masa lalunya saat bersekolah yang penuh keterbatasan, mulai dari menahan lapar hingga sulitnya akses kiriman uang, guna memacu semangat juang para siswa di era digital yang kini serba mudah.
Selain memberikan motivasi, Senator Arianto Kogoya juga menggunakan kesempatan tersebut untuk melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).
Ia berharap materi ini dapat memperluas wawasan kebangsaan para siswa sebagai calon pemimpin masa depan.
"Jangan salah, lulusan arsitek dari sini pun bisa jadi anggota dewan, bahkan jadi Bupati. Masa depan itu ada kalau kalian tekun. Indonesia ini indah dan luas, kalian harus paham bahwa kalian adalah bagian dari bangsa besar ini," tutupnya.
Kunjungan ditutup dengan diskusi bersama para dewan guru untuk menyerap aspirasi mengenai kendala sarana dan prasarana yang dihadapi sekolah, guna diperjuangkan di tingkat nasional.(Amatus)


0 Komentar