Jayapura,Papua Terbit, - Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata Kota Jayapura menggelar pelatihan Tata Kelola Objek Wisata Berbasis Masyarakat Lokal, sebuah program strategis untuk meningkatkan kapasitas komunitas dalam mengelola potensi wisata secara berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini berlangsung dari hari Selasa–Rabu - Kamis.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Best Western Sagita Jayapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, kegiatan ini dihadiri oleh Walikota Jayapura Abisai Rollo dan, tokoh adat, pemangku kepentingan lokal, pelaku usaha pariwisata, kelompok tani, pelaku UMKM, serta perwakilan pemuda dan perempuan dari sejumlah kampung di wilayah Kota Jayapura.
Walikota Jayapura Abisai Rollo menegaskan bahwa pengelolaan objek wisata berbasis masyarakat bukan hanya soal menarik pengunjung, tetapi juga upaya menjaga nilai budaya, lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan Lokal.
"Pariwisata yang sukses adalah pariwisata yang memberdayakan masyarakat setempat, menghormati kearifan lokal, dan menjaga kelestarian alam. Pelatihan ini dirancang untuk memberi keterampilan manajerial, pemasaran, dan konservasi yang dibutuhkan komunitas,"ungkap nya.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah kota berkomitmen mendukung inisiatif masyarakat melalui regulasi yang memudahkan, alokasi anggaran program pemberdayaan, serta fasilitasi akses infrastruktur dasar.
"Kita ingin masyarakat menjadi pengelola utama objek wisata di kampung-kampung kita. Pemerintah hadir sebagai fasilitator dan mitra. Dengan pengelolaan yang baik, manfaat ekonomi dan sosial akan langsung dirasakan masyarakat,"kata Abisai Rollo.
Lebih lanjut Ia menambahkan, beberapa kampung memiliki potensi kerajinan, seperti olahan kelapa muda, yang jika dikelola dengan baik bisa memberikan dampak ekonomi positif. Meski terkadang ada biaya masuk atau retribusi kecil untuk pengelolaan, manfaat yang diperoleh masyarakat bisa jauh lebih besar, misalnya pendapatan untuk keluarga dan pengembangan usaha Lokal.
"Untuk menarik pengunjung, tempat wisata butuh fasilitas yang memadai: area duduk, tempat yang aman, dan fasilitas pendukung lain. Kegiatan pariwisata juga bisa bersinergi dengan acara adat atau kegiatan komunitas—misalnya event tiga hari yang mengangkat warisan budaya—yang pada akhirnya meningkatkan kunjungan dan ekonomi Lokal"katanya.
Abisai Rollo berharap kegiatan pariwisata yang dilaksanakan memberi dampak positif bagi masyarakat. Dengan kerja sama antara pemerintah, tokoh adat, dan warga, potensi kampung adat dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan bersama.(Alex)

0 Komentar