Jayapura, Papua Terbit, - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Papua menggelar apel pagi rutin yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Mushola Al Ikhlas di lingkungan kantor, Senin (11/5).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Papua sebagai bentuk penguatan disiplin kerja sekaligus memastikan kehadiran personel sebelum menjalankan tugas.
Kepala Kanwil Direktorat Jendral Pemasyarakatan Papua Herman Mulawarman mengatakan, apel pagi yang dilaksanakan setiap hari ini bertujuan untuk mengecek kehadiran pegawai dan melakukan pengawasan terhadap petugas yang bertugas di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Papua. "Hari ini terima kasih, adapun kegiatan pada pagi hari ini tadi kita sebelum melaksanakan tugas melaksanakan apel bersama dengan seluruh pegawai dan pejabat yang ada di kantor wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Papua ini,"ujar Herman.
Selain apel, acara pagi itu juga dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan Mushola Al Ikhlas di lingkungan area kantor. Inisiatif pembangunan mushola ini berasal dari pegawai muslim maupun non-muslim yang ingin menyediakan tempat ibadah sholat yang layak bagi rekan-rekan Kerjanya.
Herman menjelaskan, hingga saat ini, pegawai muslim di kantor tersebut melaksanakan sholat di ruangan gedung kantor yang sebenarnya bukan diperuntukkan untuk ibadah. Ruang yang tersedia sangat terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan, sehingga mengganggu produktivitas kerja. "Tempat saudara sendiri kita yang muslim melaksanakan sholat itu berada di gedung kantor dimana bukan peruntukannya untuk sholat atau mushola karena ruangan pada saat ini yang ada di gedung kantor... itu sangat kecil dan tidak mencukupi sehingga banyak teman-teman kita saudara-saudara kita yang muslim maupun nonmuslim tidak bisa bekerja dengan maksimal karena ruangannya terpakai oleh polisi,"tambah Herman.
Pembangunan Mushola Al Ikhlas didanai melalui sedekah dan sumbangan sukarela dari pegawai muslim dan non-muslim di kantor. Selain itu, beberapa donatur dari luar wilayah Papua juga turut berkontribusi setelah menerima proposal pembangunan. Meskipun besaran sumbangannya tidak besar, dana tersebut dirasa cukup untuk membangun mushola sederhana yang dapat menampung jamaah sholat pada jam dinas Kerja.
"Adapun anggaran yang pembangunan mushola ini diperoleh dari sedakoh ataupun sumbangan dari saudara-saudara yang muslim dan non muslim dan ada beberapa juga rekan-rekan kita di luar wilayah papua itu kita sampaikan proposal mereka bantu untuk pembangunan mushola Ini," jelasnya.(Alex)


0 Komentar