Jayapura, Papua Terbit – Festival Colo Sagu (FCS) Tahun 2026 sukses di gelar yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti sekitar 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Minggu (21/6).
Festival tersebut menjadi ajang promosi, edukasi, dan pelestarian sagu sebagai identitas budaya serta penggerak ekonomi masyarakat Papua.
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Colo Sagu yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendorong pertumbuhan UMKM berbasis sagu di Papua.
"DPR Papua memberikan apresiasi kepada pihak penyelenggara Yayasan Colo Sagu, Kapolresta Jayapura Kota, serta semua pihak yang terlibat. Selama tiga hari masyarakat sangat terhibur dengan penyanyi lokal papua dan UMKM " ujar Denny
Menurut Denny, DPR Papua bersama pihak penyelenggara telah membahas kemungkinan agar Festival Colo Sagu tidak hanya digelar setahun sekali, melainkan dapat dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali dengan fokus pada pengembangan dan promosi sagu.
" Festival ini jangan sampai berhenti. Ke depan kami mendorong agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan setiap tiga bulan sekali sehingga promosi dan pengembangan sagu terus berjalan," katanya.
Ia menambahkan, gedung DPR Papua merupakan rumah rakyat yang terbuka bagi seluruh masyarakat, tidak hanya sebagai tempat menyampaikan aspirasi, tetapi juga sebagai ruang bersama untuk kegiatan edukatif, kebudayaan, dan pemberdayaan ekonomi.
Denny juga menyoroti perkembangan produk olahan sagu yang semakin beragam, mulai dari makanan tradisional hingga produk modern seperti es krim sagu, minuman berbahan dasar sagu, dan berbagai produk kemasan lainnya.
Selain itu, DPR Papua berkomitmen memperkuat perlindungan dan pengembangan sagu melalui regulasi daerah. Pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Yayasan Colo Sagu, untuk merevisi sejumlah peraturan daerah yang berkaitan dengan sagu dan pangan lokal.
"Kami ingin memastikan perlindungan dan pengembangan sagu semakin kuat karena sagu merupakan bagian penting dari ketahanan pangan dan identitas masyarakat Papua," tegasnya.
Festival Colo Sagu 2026 mengusung tema "Sagu Menghidupi: Dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi" dan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa sagu bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sumber ekonomi dan ketahanan pangan bagi Papua(Epen).

0 Komentar