Himbauan

Himbauan
Mengibarkan Bendera Merah Putih

Dua Ondofolo Sentani Ajak Pemuda Merajut Persatuan dan Kedamaian di Tengah Aksi KNPB

 


Sentani, Papua Terbit,- Dua Ondofolo dari Dewan Adat Suku Sentani (DASS) mengajak seluruh pemuda di Kabupaten Jayapura untuk terus merajut persatuan,kesatuan dan kedamaian di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi yang dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang berpusat di pos tujuh.(7).

Ajakan kedua Ondofolo tersebut disampaikan saat Organisasi Garda Jayapura menggelar Deklarasi Jayapura Damai di Lapangan Theys Hiyo Eluay, Sentani,Senin (3/8/26)

Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Orgenes Kaway, Ondofolo Kampung Bambar, menyampaikan rasa syukur karena situasi di Kabupaten Jayapura tetap aman dan kondusif meski terdapat ajakan demonstrasi yang beredar di masyarakat.

"Puji syukur, sekalipun hari ini ada selebaran yang mengajak teman-teman berdemo, tetapi Kabupaten Jayapura tetap dalam kondisi aman," ujar Orgenes.

Ia mengapresiasi inisiatif para pemuda yang membentuk Garda Jayapura sebagai wadah memperkuat persatuan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, semangat kebersamaan harus terus dipelihara sesuai semangat "Kenambay Umbay" yang menjadi simbol persatuan masyarakat Kabupaten Jayapura.


"Kita semua harus satu hati. Apa pun keadaan yang terjadi, kita tetap satu hati dan terus berjuang untuk mencapai cita-cita bersama," katanya.

Orgenes berharap organisasi Garda Jayapura dapat terus dipertahankan dan menjadi motor penggerak kegiatan kepemudaan setiap momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Ia juga mengajak seluruh pemuda untuk menunjukkan bahwa Papua mampu menghadirkan suasana damai dan penuh semangat kebangsaan.

Menanggapi adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat, Orgenes menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi selama tetap menjaga persatuan dan tidak menimbulkan konflik.

"Perbedaan itu biasa. Warna boleh berbeda-beda, tetapi ketika disatukan tetap menjadi satu. Begitu juga kita, berbeda tetapi tetap bersatu," ujarnya.

Sementara itu, Ondofolo Kampung Homfolo, Anderson Tokoro, menegaskan masyarakat adat di Tanah Tabi menolak segala bentuk tindakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

"Hal-hal anarkis yang pernah terjadi di tanah ini masih membekas. Karena itu kami masyarakat adat di Tanah Tabi menolak segala bentuk tindakan anarkis," tegas Anderson.

Ia mengaku bangga terhadap inisiatif para pemuda yang menggelar Deklarasi Jayapura Damai dan berharap gerakan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Jayapura.

Anderson juga mengingatkan pentingnya menghormati jasa tokoh Papua, almarhum Theys Hiyo Eluay, yang menurutnya telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Papua.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menghormati hak masyarakat adat serta menjaga kedamaian di atas tanah adat Kabupaten Jayapura.

"Kami berharap semua pihak menghormati masyarakat adat dan bersama-sama menjaga kedamaian di atas tanah ini," katanya.

Kegiatan Deklarasi Jayapura Damai menjadi bagian dari komitmen para pemuda Kabupaten Jayapura untuk memperkuat persatuan, menjaga situasi keamanan tetap kondusif, serta menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat kebangsaan(Epen)

Posting Komentar

0 Komentar