Jayapura, Papua Terbit,-Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura Yuli Rahman menyampaikan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Kompleks Kampung Nelayan, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Senin (31/8).
Yuli meminta Pemerintah kota Jayapura melalui Dinas Sosial segera mengalokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan di dapur umum.
Menurutnya, dapur umum tidak hanya membutuhkan beras, tetapi juga lauk-pauk seperti ikan, ayam dan telur agar makanan yang diberikan kepada para korban tetap memenuhi kebutuhan gizi.
"Kami minta pemerintah kota, dalam hal ini Dinas Sosial, segera mengajukan anggaran untuk bahan mentah atau bahan pokok makanan. Bukan hanya beras, tetapi juga ikan, ayam, telur dan kebutuhan lainnya untuk stok dapur umum," kata Yuli saat meninjau lokasi pengungsian, Selasa (1/9/26)
Yuli mengingat musibah kebakaran tersebut menjadi perhatian serius karena lokasi yang sama kembali dilanda musibah kebakaran untuk kedua kalinya dalam kurun waktu satu tahun.
" Dalam setahun, lokasi yang sama ini sudah dua kali mengalami kebakaran dan kali ini lebih banyak warga yang terkena musibah," ujarnya
Menurutnya, musibah kebakaran tersebut menjadi salah satu kejadian dengan jumlah warga terdampak cukup besar di Kota Jayapura. Karena itu, pemerintah daerah, baik
Pemerintah Kota Jayapura maupun Pemerintah Provinsi Papua, diminta memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan para korban.
"Yang kita butuhkan saat ini bukan hanya makanan. Ada pakaian, popok, kemudian fasilitas kamar mandi supaya warga bisa mandi, dan air bersih untuk kebutuhan memasak," ujarnya.
Yuli juga meminta Dinas Sosial melakukan pendataan ulang terhadap jumlah pengungsi di setiap tenda. Menurutnya, jumlah warga dalam satu tenda perlu diatur agar tidak terlalu padat sehingga memberikan kenyamanan dan sirkulasi udara yang baik bagi para pengungsi. "Saya minta tadi kepada Dinsos didata kembali, satu tenda maksimal berapa orang. Jangan sampai satu tenda terlalu banyak orang, supaya mereka bisa lebih lega, sirkulasi udara bagus dan tidak terlalu panas," katanya.
"Kami juga minta data-data korban ditempel di setiap posko. Ini akan mempermudah keluarga maupun masyarakat yang datang untuk mengetahui siapa saja yang berada di tenda pengungsian," ujarnya.
Di sisi lain, Yuli meminta PLN segera membantu penyambungan listrik ke lokasi pengungsian. Menurutnya, kebutuhan listrik cukup penting bagi warga selama berada di tenda pengungsian, terutama untuk penerangan, penggunaan kipas angin dan pengisian daya telepon seluler.
"Untuk PLN, malam ini kan belum ada sambungan listrik. Kami berharap PLN bisa memberikan sambungan listrik dan kabel-kabel ke setiap tenda. Mereka membutuhkan listrik untuk kipas angin dan mengisi telepon," katanya.
Ia berharap musibah tersebut menjadi bahan evaluasi kembali bagi pemerintah daerah saat pembangunan permukiman warga nantinya disertai penataan jaringan listrik dan infrastruktur yang lebih aman. "Pengalaman dari musibah ini harus menjadi perhatian kita. Listrik dan tiang-tiangnya harus diperbaiki ketika masyarakat nanti membangun kembali rumah mereka," pungkasnya.(Epen)

0 Komentar