DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura Bangun 12 Teba di Empat Distrik, Komitmen Gerakan Merawat Pertiwi

 


Jayapura, Papua Terbit,- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Jayapura membangun 12 Teba yang tersebar di empat distrik, yakni Distrik Abepura, Jayapura Selatan, Jayapura Utara, dan Heram sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya mendorong pengelolaan sampah organik dari tingkat rumah tangga,berlangsung di Kota Jayapura,Sabtu(7/11/26).

Pembangunan 12 Teba tersebut dipimpin langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura, Edward Jimmy D. Rahail, didampingi sekretaris,Andrys R Horman, bendahara Mustang serta jajaran pengurus partai PDI Perjuangan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura, Edward Jimmy D. Rahail, menyampaikan bahwa pembangunan 12 Teba merupakan langkah konkret dalam menerjemahkan instruksi DPP PDI Perjuangan ke dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari tindakan sederhana dan dilakukan secara konsisten. Salah satunya melalui pengelolaan sampah organik dengan memanfaatkan Teba.




Melalui kegiatan tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura mengajak seluruh kader, pengurus partai, dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kesadaran memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi persoalan sampah di Kota Jayapura.

Pembangunan 12 Teba di empat distrik ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat dikembangkan sebagai gerakan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara luas.

Ia menjelaskan gerakan Merawat Pertiwi, sebagai bentuk aksi nyata partai dalam menjawab persoalan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan.

Di katakan, Teba merupakan salah satu metode pengelolaan sampah organik dengan memanfaatkan lubang atau ruang penampungan di dalam tanah. Metode ini memungkinkan sampah organik rumah tangga mengalami proses penguraian secara alami melalui aktivitas mikroorganisme tanah.

"Sampah seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering, dan sisa makanan dapat dimasukkan ke dalam Teba setelah dipastikan tidak tercampur dengan plastik maupun sampah anorganik lainnya,"ujarnya

Melalui proses penguraian alami, sampah organik tersebut dapat berubah menjadi material organik yang setelah matang berpotensi dimanfaatkan sebagai kompos untuk menyuburkan tanaman.

Penerapan metode Teba juga memiliki sejumlah manfaat, di antaranya mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), menekan potensi pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah organik, serta membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.

Merawat Pertiwi bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Mengelola sampah hari ini berarti menjaga lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura,Bergerak Bersama, Merawat Pertiwi.(Epen)

Posting Komentar

0 Komentar